Pengertian Metode Penelitian
Pengertian
metode, berasal dari bahasa Yunani yaitu methodos yang berarti cara
atau menuju suatu jalan. Metode merupakan kegiatan ilmiah yang berkaitan dengan
suatu cara kerja (sistematis) untuk memahami suatu subjek atau objek
penelitian, sebagai upaya untuk menemukan jawaban yang dapat dipertanggung
jawabkan secara ilmiah dan termasuk keabsahannya (Rosdy Ruslan,2003:24). Menurut Nazir, seorang
peneliti sebelum melaksanakan penelitian, sebaiknya menjawab terlebih dahulu
tiga buah pertanyaan, yaitu :
1. Urutan kerja apakan yang harus dilakukan dalam
melaksanakan penelitian ?
2. Alat-alat apakah yang akan digunakan dalam mengukur
atau mengumpulkan data ?
3. Bagaimana melakukan penelitian tersebut ?
Contoh metode penelitian :
Apabila dalam sebuah penelitian,
yang dibicarakan adalah pelaksanaan percobaan di lapangan, di mana dalam
penentuan plot, pertama-tama dilakukan pembagian daerah menjadi beberapa blok,
kemudian setiap blok dibagi lagi dan seterusnya, maka yang dibicarakan adalah
prosedur penelitian. Jika, yang dibicarakan adalah penggunaan interview atau
wawancara sebagai alat pengumpulan data, maka yang dibicarakan adalah teknik
penelitian. Jika yang dibicarakan adalah bagaimana penelitian dilakukan, yaitu
dengan prosedur dan alat bagaimana suatu penelitian dilakukan, maka yang
dibicarakan adalah metode penelitian.
Jadi, dalam metode penelitian ini tercakup prosedur
penelitian dan teknik penelitian.
Sedangkan pengertian penelitian, diantaranya :
1.
Penelitian adalah usaha untuk menemukan,
mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, yang dilakukan dengan
metode-metode ilmiah ( Sutrisno Hadi, 2007:3 ). John Dewey di dalam
bukunya How We Think (1910) mengatakan bahwa metode ilmiah ialah
langkah-langkah pemecahan suatu masalah yaitu sebagai berikut:
2.
Merasakan adanya suatu masalah atau kesulitan, dan
masalah atau kesulitan ini mendorong perlunya pemecahan.
3.
Merumuskan dan atau membatasi masalah/kesulitan
tersebut. Di dalam hal ini diperlukan observasi untuk mengumpulkan fakta yang
berhubungan dengan masalah itu.
4.
Mencoba mengajukan pemecahan masalah/ kesulitan
tersebut dalam bentuk hipotesis-hipotesis. Hipotesis-hipotesis ini adalah
merupakan pernyataan yang didasarkan pada suatu pemikiran atau generalisasi
untuk menjelaskan fakta tentang penyebab masalah tersebut.
5.
Merumuskan alasan-alasan dan akibat dari hipotesis
yang dirumuskan secara deduktif.
6.
Menguji hipotesis-hipotesis yang diajukan, dengan
berdasarkan fakta-fakta yang dikumpulkan melalui penyelidikan atau penelitian.
Hasil penelitian ini bisa menguatkan hipotesis dalam arti hipotesis diterima,
dan dapat pula memperlemah hipotesis, dalam arti hipotesis ditolak. Dari
langkah terakhir ini selanjutnya dapat dirumuskan pemecahan masalah yang telah
dirumuskan tersebut.
Adapun Noto Atmojo mengungkapkan bahwa metode ilmiah memiliki criteria,
antara lain :
1.
Berdasarkan fakta d. Menggunakan hipotesis
2.
Bebas dari prasangka e. Menggunakan ukuran
objektif
3.
Menggunakan prinsip analisis
4.
Webster’s New Collegiate Dictionary yang mengatakan
bahwa penelitian adalah “ penyidikan atau pemeriksaan bersungguh-sungguh,
khususnya investigasi atau eksperimen yang bertujuan menemukan dan menafsirkan
fakta, revisi atas teori atau dalil yang telah diterima”.
Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Metode
penelitian adalah cara untuk memecahkan masalah ataupun sebagai cara
pengembangan ilmu pengetahuan dengan menggunakan metode-metode ilmiah yang
sistematis dan logis.
1.
Macam – macam Metode Penelitian
Banyak metode penelitian yang biasa digunakan dalam
penelitian social dan pendidikan. Mc. Milan membagi macam-macam metode
penelitian berdasarkan pendekatan yang digunakan, antaralain[2]:
1.
Pendekatan Kualitatif
2.
Metode Etnografis
Metode etnografis ialah metode yang digunakan untuk menginterpretasi
budaya, kelompok social dan suatu system masyarakat. Penelitian etnografi
bertujuan untuk mendeskripsikan cara berpikir, adat, bahasa, kepercayaan dan
prilaku hidup suatu masyarakat. Proses penelitian ini biasanya dilaksanakan di
lapangan dalam waktu yang cukup lama, dengan bentuk observasi dan wawancara
alamiah dengan partisipan serta mengumpulkan dokumen atau benda-benda
(artifak). Hasil akhir penelitian ini biasanya sangat komprehensif dan
menggambarkan kompleksitas suatu kehidupan. Contoh penelitian dalam pendidikan :
” Pelaksanaan kurikulum Berbasis Kompetensi”.
o
Metode Historis
Metode historis merupakan salah satu dari jenis jenis
metode penelitian. Metode historis bertujuan untuk merekonstruksi masa lalu
secara sistematis dan obyektif dengan mengumpulkan, menilai, memverifikasi dan
mensintesiskan bukti untuk menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang dapat dipertahankan,
seringkali dalam hubungan hipotesis tertentu. Dengan metode historis, seorang
ilmuwan sosial peneliti historis yaitu orang yang mengajukan pertanyaan terbuka
mengenai peristiwa masa lalu dan menjawabnya dengan fakta terpilih yang disusun
dalam bentuk paradigma penjelasan.
Dengan demikian, penelitian dengan metode historis
merupakan penelitian yang kritis terhadap keadaan-keadaan, perkembangan, serta
pengalaman di masa lampau dan menimbang secara teliti dan hati-hati terhadap
validitas dari sumber-sumber sejarah serta interprestasi dari sumber-sumber
keterangan tersebut.
o
Metode Deskriptif
Metode deskriptif merupakan salah satu dari jenis
jenis metode penelitian. Metode penelitian deskriptif bertujuan untuk
mengumpulkan informasi aktual secara rinci yang melukiskan gejala yang ada,
mengindetifikasi masalah atau memeriksa kondisi dan praktek-praktek yang
berlaku, membuat perbandingan atau evaluasi dan menetukan apa yang dilakukan
orang lain dalam menghadapi masalah yang sama dan belajar dari pengalaman
mereka untuk menetapkan rencana dan keputusan pada waktu yang akan datang.
Dengan demikian metode penelitian deskriptif ini
digunakan untuk melukiskan secara sistematis fakta atau karakteristik populasi
tertentu atau bidang tertentu, dalam hal ini bidang secara aktual dan cermat.
Metode deskriptif bukan saja menjabarkan (analitis), akan tetapi juga
memadukan. Bukan saja melakukan klasifikasi, tetapi juga organisasi. Metode
penelitian deskriptif pada hakikatnya adalah mencari teori, bukan menguji teori.
Metode ini menitikberatkan pada observasi dan suasana alamiah.
o
Metode Korelasional
Metode korelasional merupakan salah satu dari jenis
jenis metode penelitian. Metode korelasional merupakan kelanjutan metode
deskriptif. Pada metode deskriptif, data dihimpun, disusun secara sistematis,
faktual dan cermat, namun tidak dijelaskan hubungan diantara variabel, tidak
melakukan uji hipotesis atau prediksi. Pada metode korelasional, hubungan
antara variabel dteliti dan dijelaskan. Hubungan yang dicari ini disebut
sebagai korelasi. Jadi, metode korelasional mencari hubungan di antara
variabel-variabel yang diteliti.
o
Tujuan metode
korelasi yaitu untuk meneliti sejauh mana variabel pada satu vektor yang
berkaitan dengan variasi pada faktor lainnya. Jika pada metode ini, hanya dua
variabel yang dihubungkan, maka disebut korelasi sederhana dan jika lebih dari
dua variabel dihubungkan disebut korelasi berganda. Pada metode ini, pencarian
hubungan (korelasi) antara dua variabel menggunakan koefisiesn korelasi atau koefisien
determinasi. Korelasi Positif, yaitu korelasi dimana jika salah
satu variable meningkat, maka variable lain cenderung meningkat pula, atau
sebaliknya bila salah satu variable turun, maka variable yang lain cenderung
turun.
o
Korelasi Negatif, yaitu korelasi dimana jika salah
satu variable meningkat, maka variable yang lain akan cenderung menurun, begitu
pula sebaliknya.
o
Tidak ada Korelasi, yaitu kedua variable tidak menunjukkan
adanya hubungn antara keduanya.
o
Korelasi sempurna, yaitu korelasi dimana kenaikan dan
penurunan variable yang satu berbanding seimbang dengan yang lain.
Tujuan metode korelasional ini ialah untuk meneliti sejauh mana variable
pada satu factor berkaitan dengan factor lainnya. Metode ini digunakan untuk:
1.
Mengukur hubungan antar variable
2.
Meramalkan variable tak bebas dari pengetahuan kita
tentang variable bebas
3.
Meratakan jalan untuk membuat rancangan penelitian
eksperimental
4.
Metode Survey
o
Metode Eksperimental
Metode eksperimental merupakan salah satu dari jenis
jenis metode penelitian. Metode eksperimental merupakan metode penelitian yang
memungkinkan peneliti memanipulasi variabel dan meneliti akibat-akibatnya. Pada
metode ini variabel-variabel dikontrol sedemikian rupa, sehingga variabel luar
yang mungkin mempengaruhi dapat dihilangkan.
Metode eksperimental bertujuan untuk mencari hubungan
sebab akibat dengan memanipulasikan satu atau lebih variabel, pada satu atau
lebih kelompok eksperimental dan membandingkan hasilnya dengan kelompok kontrol
yang tidak mengalami manipulasi. Manipulasi adalah mengubah secara sistematis
sifat-sifat atau nilai-nilai variabel bebas. Kontrol merupakan kunci metode
eksperimental, sebab tanpa kontrol manipulasi dan observasi akan menghasilkan
data yang meragukan.
o
Metode Kuasi Eksperimental
Metode kuasi eksperimental merupakan salah satu dari
jenis jenis metode penelitian. Metode kuasai eksperimental hampir menyerupai
metode ekperimental, hanya pada metode ini, peneliti tidak dapat mengatur
sekehendak hati variabel bebasnya.
Metode kuasi eksperimental mempunyai dua ciri, yaitu
sebagai berikut : (1) peneliti tidak mampu meletakkan subjek secara random pada
kelompok eksperimental atau kelompok kontrol. Yang dapat dilakukan peneliti adalah
mencari kelompok subjek yang diterpa variabel bebas dan kelompok lain yang
tidak mengalami variabel bebas.(2) Peneliti tidak dapat mengenakan variabel
bebas kapan dan kepada siapa saja yang dikendakinya.
o
Metode Fenomenologis
Metode Fenomenologis ialah metode yang digunakan dalam
penelitian yang mencari arti dari pengalaman kehidupan. Peneliti menghimpun
data berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian, dan pemberian
makna terhadap situasi atau pengalaman dalam kehidupan. Tujuan penelitian ini
ialah menemukan makna dari hal-hal yang esensi atau mendasar dari suatu
pengalaman.Penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam daripartisipan.Hasil studi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman
pembaca tentang penghayatan kehidupan oranglain.
o
Metode Studi Kasus
Metode Studi Kasus ialah metode yang digunakan dalam
penelitian yang dilakukan terhadap suatu “kesatuan system”, baik itu berupa
program, kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang terikat oleh tempat
ataupun waktu. Penelitian ini diarahkan untuk menghimpun data, mengambil
makna,dan memperoleh pemahaman dari kasus tersebut. Suatu kasus tidak dapat
mewakili populasi dan tidak dimaksudkan untuk memperoleh kesimpulan dari
populasi.Keismpulan sudi kasus hanya berlaku bagi kasus yang diteliti. Karena
tiap kasus bersifat unik dan memiliki karakteristik yang berbeda antara yang
satu dengan yang lain. Studi kasus memiliki beberapa kelemahan,antaralain.
1.
Sulit dibuat inferensi kepada populasi
2.
Mudah dipengaruhi pandangan subjektif
Adapun keunggulan studi kasus ini ialah:
1.
Dapat memberi hipotesis untuk penelitian lanjutan
2.
Mendukung studi-studi besar dikemudian hari
3.
Dapat digunakan sebagai contoh ilustrasi
4.
Metode Teori Dasar
Metode Teori Dasar ialah merode yang digunakan dalam penelitian dasar yang
diarahkan pada penemuan atau penguatan suatu teori. Penelitian teori dasar
harus melalui beberapa langkah penelitian, antaralain:
1.
Peneliti memiliki gambaran sifat-sifat realitas
empiris
2.
Permulaan penelitian dimulai dengan pernyataan dasar
mengenai dunia empiris yang dimasuki lapangan
3.
Peneliti harus menetapkan data apa yang akan diambil
4.
Peneliti harus melakukan ekplorasi
5.
Peneliti harus mampu melakukan inspeksi
6.
Peneliti harus mampu menganalisa dan melakukan
rekonstrsuksi penemuan untuk bangunan hipotesis barunya.
7.
Metode Studi Kritis
Metode Studi kritis ialah metode yang digunakan dalam penelitian yang berkembang
dari teori kritis, feminis, ras dan pascamodern yang bertolak dari asumsi bahwa
pengetahuan bebrsifat subjective. Peneliti kritis memandang bahwa masyarakat
terbentuk oleh orientasi kelas, status, ras ,suku bangsa,jenis kelamin, dll.
Peneliti feminis memusatkan perhatiannya pada masalah jender, ras, sedangkan
peneliti pascamodern memusatkan pada institusi social dan kemasyarakatan. Dalam
penelitian kritis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antaralain:
1.
Peneltian kritis tidak bersifat deskrit.
2.
Penelitian kritis menggunakan pendekatan studi kasus
3.
Pendekatan Kuantitatif
4.
Metode Deskriptif
o
Metode Ekpos Fakto
Metode Ekpos Fakto ialah metode yang digunakan dalama penelitian yang
meneliti hubungan sebab akibat yang tidak dimanipulasi oleh peneliti. Adanya
hubungan sebab akibat didasarkan atas kajian teoritis, bahwa suatu variable
tertentu mengakibatkan variable tertentu. Umpamanya : peningkatan pengetahuan
tentang gizi pada ibu hamil menyebabkan kesehatan bayi meningkat. Penelitian
ekpos fakto ini dapat dilakukan dengan baik bila dengan menggunakan kelompok
pembanding.
o
Metode Tindakan
Metode Tindakan ialah metode yang digunakan dalam penelitian yang diarahkan
pada pemecahan masalah atau perbaikan. Penelitian ini difokuskan kepada
perbaikan proses maupun peningkatan hasil kegiatan. Contohnya guru mengadakan
pemecahan masalah terhadap masalah-masalah yang ada dalam kelas.
1.
Manfaat Metode Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dengan mengetahuinya
metode penelitian ini ialah [3]:
1.
Mengetahui arti pentingnya penelitian
2.
Menilai hasil-hasil penelitian
3.
Dapat melahirkan sikap dan pola piker yang skeptic,
analitik, kritik dan kreatif
4.
Dapat digunakan untuk skripsi, tesis dan research
.
DAFTAR PUSTAKA
M. Iqbal Hasan, 2002. Pokok-Pokok Materi
Metodologi Penelitian dan Aplikasinya. Penerbit Ghalia Indonesia : Jakarta.
Iskandar, Metodologi
Penelitian Pendidikan dan Sosial, Jakarta : GP, 2010.
Nazir,
Muhammad, ” Metode Penelitian “, Jakarta : Ghalia Indonesia, 2003
Sukmadinata,
Nana Syaudih,” Metode Penelitian” , Bandung : Rosdakarya, 2006
Tidak ada komentar:
Posting Komentar