Nama : Eko Fitriyono
(33414461)
Kelas : 3ID12
DAMPAK SOSIAL KEGIATAN PABRIK KARET
PT. P & P BANGKINANG DI KELURAHAN WONOREJO KECAMATAN MARPOYAN DAMAI KOTA
PEKANBARU
1. Dampak Lingkungan
Indonesia
merupakan produsen karet alam dunia yang menduduki peringkat kedua terbesar
setelah Thailand. Karet tersebut pada umumnya dihasilkan dari kebun-kebun
rakyat yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan sisanya di Pulau Jawa.
Kegiatan produksi karet sering menjadi crumb rubber atau lateks pekat. Lateks
adalah cairan berwarna putih yang menyerupai susu yang di hasilkan dari pohon
karet bila di sadap atau di lukai. Industri memberi input kepada masyarakat
sehingga membentuk sikap dan tingkah laku yang tercermin dalam sikap dalam
bekerja.Kegiatan suatu perusahaan akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi,
perusahaan adalah suatu manifestasi dari suatu investasi yang mengharapkan
pengembalian di masa datang. Berikut dampak positif dan negatif dari kegiatan
pabrik karet :
a. Dampak
positif
Penyerapan tenaga kerja dari
masyarakat sekitar, dapat memberikan peluang berusaha bagi masyarakat, sehingga
mendorong peningkatan pendapatan masyarakat yang akan berimplikasi terhadap
peningkatan kesejahteraan masyarakat.
b.
Dampak Negatif
· Kegiatan pabrik karet juga berpengaruh
terhadap aspek lingkungan, seperti lingkungan menjadi tidak bersih dan udara
tercemar, karena limbah pabrik bau busuk yang ditimbulkan oleh pabrik karet
udara menjadi tidak sehat sehingga bisa memicu terganggunya kesehatan
masyarakat.
· Kawasan pemukiman yang padat sangat
wajar jika menyebabkan kemacetan lalu lintas, apalagi Kemacetan lalu lintas
diperparah oleh kegiatan pabrik karet yang sangat mengganggu masyarakat adalah
ketika truk angkutan karet melewati jalan raya, dengan kondisi yang sudah ramai
ditambah bau yang ditimbulkan membuat rasa tidak nyaman sehingga mengakibatkan
emosional tidak stabil.
2. Upaya yang dilakukan untuk menekan dampak
negatif
· Strategi
terhadap Bau
Strategi adaptasi yang
dilakukan untuk mengatasi bau busuk adalah sebagai berikut : Menggunakan
strategi adaptasi terhadap bau dengan memasang pengharum ruangan, strategi
adaptasi terhadap bau dengan memasang AC dalam ruangan dan strategi adaptasi terhadap bau dengan
menutup seluruh ruangan ada, dan strategi adaptasi terhadap bau lainnya,
lainnya disini maksudnya adalah masyarakat sudah terbiasa dengan keadaan
lingkungannya akan tetapi bukan berarti juga menerima keadaan, masyarakat
menyadari berada di kawasan industri lalu berusaha menyesuaikan dirinya. Upaya
yang paling efektif mengatasi bau adalah memasang pengharum disetiap ruangan.
Sumber
:
Safitri, Ligaya dan Nurhamlin.2013.
DAMPAK SOSIAL KEGIATAN PABRIK KARET PT. P&P BANGKINANG DI KELURAHAN
WONOREJO KECAMATAN MARPOYAN DAMAI KOTA PEKANBARU. Pekanbaru : Universitas Riau
Di akses pada
http://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFSIP/article/viewFile/2438/2374