Kamis, 27 April 2017

Pengetahuan Lingkungan

Nama : Eko Fitriyono
(33414461)
Kelas  : 3ID12
DAMPAK SOSIAL KEGIATAN PABRIK KARET PT. P & P BANGKINANG DI KELURAHAN WONOREJO KECAMATAN MARPOYAN DAMAI KOTA PEKANBARU
1.    Dampak Lingkungan
      Indonesia merupakan produsen karet alam dunia yang menduduki peringkat kedua terbesar setelah Thailand. Karet tersebut pada umumnya dihasilkan dari kebun-kebun rakyat yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan sisanya di Pulau Jawa. Kegiatan produksi karet sering menjadi crumb rubber atau lateks pekat. Lateks adalah cairan berwarna putih yang menyerupai susu yang di hasilkan dari pohon karet bila di sadap atau di lukai. Industri memberi input kepada masyarakat sehingga membentuk sikap dan tingkah laku yang tercermin dalam sikap dalam bekerja.Kegiatan suatu perusahaan akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, perusahaan adalah suatu manifestasi dari suatu investasi yang mengharapkan pengembalian di masa datang. Berikut dampak positif dan negatif dari kegiatan pabrik karet :

a.       Dampak positif
Penyerapan tenaga kerja dari masyarakat sekitar, dapat memberikan peluang berusaha bagi masyarakat, sehingga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat yang akan berimplikasi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

b.      Dampak Negatif
·     Kegiatan pabrik karet juga berpengaruh terhadap aspek lingkungan, seperti lingkungan menjadi tidak bersih dan udara tercemar, karena limbah pabrik bau busuk yang ditimbulkan oleh pabrik karet udara menjadi tidak sehat sehingga bisa memicu terganggunya kesehatan masyarakat.
·      Kawasan pemukiman yang padat sangat wajar jika menyebabkan kemacetan lalu lintas, apalagi Kemacetan lalu lintas diperparah oleh kegiatan pabrik karet yang sangat mengganggu masyarakat adalah ketika truk angkutan karet melewati jalan raya, dengan kondisi yang sudah ramai ditambah bau yang ditimbulkan membuat rasa tidak nyaman sehingga mengakibatkan emosional tidak stabil.

2.    Upaya yang dilakukan untuk menekan dampak negatif
·      Strategi terhadap Bau
Strategi adaptasi yang dilakukan untuk mengatasi bau busuk adalah sebagai berikut : Menggunakan strategi adaptasi terhadap bau dengan memasang pengharum ruangan, strategi adaptasi terhadap bau dengan memasang AC dalam ruangan  dan strategi adaptasi terhadap bau dengan menutup seluruh ruangan ada, dan strategi adaptasi terhadap bau lainnya, lainnya disini maksudnya adalah masyarakat sudah terbiasa dengan keadaan lingkungannya akan tetapi bukan berarti juga menerima keadaan, masyarakat menyadari berada di kawasan industri lalu berusaha menyesuaikan dirinya. Upaya yang paling efektif mengatasi bau adalah memasang pengharum disetiap ruangan.

Sumber :
Safitri, Ligaya dan Nurhamlin.2013. DAMPAK SOSIAL KEGIATAN PABRIK KARET PT. P&P BANGKINANG DI KELURAHAN WONOREJO KECAMATAN MARPOYAN DAMAI KOTA PEKANBARU. Pekanbaru : Universitas Riau
Di akses pada

http://jom.unri.ac.id/index.php/JOMFSIP/article/viewFile/2438/2374

Tidak ada komentar:

Posting Komentar