Minggu, 05 November 2017

SOftSkill Etika Profesi (TULISAN)

RESUME SKRIPSI
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika Profesi

Oleh:
Eko fitriyono/33414461
Jurusan Teknik Industri
Universitas Gunadarma

QUALITY CONTROL UNTUK PRODUKSI KERTAS
PT X PAPER PRODUCTS
MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keinginan konsumen pada intinya adalah inginmendapatkan kepuasaan terhadap barang yang dibelinya. Jika konsumen dihadapkan dengan beberapa pilihan dengan harga yang relatif hampir sama maka yang dipilih adalah produk yang memiliki kualitas utama.Saat ini sudah banyak perusahaan-perusahaan penghasil barang melabelkan nama kualitas pada media iklan maupun langsung pada kemasan produknya. Hal tersebut dilakukan tidak lebih agar konsumen yakin bahwa produk yang ditawarkan kepadanya adalah produk yang paling baik. Sistem kualitas  tersebut dikenal dalam dunia produksi adalah Quality Control atau Pengendalian Mutu Produk.
Pengendalian kualitas produk dalam proses produksi merupakan faktor yang sangat penting bagi dunia industri karena pengendalian kualitas yang baik dan dilakukan secara terus menerus akan dapat mendeteksi ketidaknormalan secara cepat, sehingga dapat segara dilakukan tindakan antisipasinya.Hal ini untuk menjamin mutu produksi.Makin meningkatnya kemajuan proses produksi makin diperlukan pengendalian kualitas.Kontrol kualitas sangat diperlukan dalam memproduksi suatu barang untuk menjaga kesetabilan mutu.
Tujuan pokok pengendalian kualitas secara statistik adalah menyidik dengan cepat terjadinya sebab-sebab terduga atau pergeseran proses sedemikian hingga penyelidikan terhadap proses itu dan tindakan pembetulan dapat dilakukan sebelum terlalu banyak unit yang tidak sesuai diproduksi.Proses pengendalian mutu / Quality control pada dasarnya terbagi dalam dua proses yaitu dilihat dari sebelum atau sesudah, maksudnya adalah waktu penelitiannya apakah data tersebut dilakukan sebelum proses berlangsung atau dikenal dengan istilah DFSS atau dilakukan setelah proses berlangsung atau DMAIC. DMAIC merupakan jantung analisis metode Six Sigma yang menjamin voice of customer berjalan dalam keseluruhan proses sehingga produk yang dihasilkan memuaskan keinginan pelanggan. DMAIC adalah singkatan dari Define yang merupakan fase Menentukan masalah, Measure adalah fase mengukur tingkat kecacatan, Analyze adalah fase menganalisis sebab-sebab masalah pada proses, Improve adalah fase meningkatkan proses dan menghilangkan sebab-sebab cacat, dan Control adalah fase mengawasi kinerja proses dan menjamin cacat tidak akan muncul lagi.
PT X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang pembuatan kertas. Dalam pembuatan kertas tersebut, PT X sangat memperhatikan kualitas produknya. Dengan keahlian dan penyelidikan laboratorium yang semakin modern mengenai standar kualitas yang harus dicapai dalam pembuatan kertas, PT X selalu menjaga dan meningkatkan kualitas produknya agar selalu dapat memenuhi keinginan konsumen.
·         Permasalahan
Berdasarkan keterangan dari latar belakang di atas, maka munculah permasalahan mengenai cacatnya produksi kertas pada PT X Paper Products dan mengalisa solusi dari permasalahan produksi Jenis IT 127 dan IT 170 menggunakan metode Six Sigma.
·         Tujuan Penelitian 
Berdasarkan rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan :
a. Untuk mengetahui keadaan pengendalian kualitas kertas pada PT X.
b. Untuk mengetahui faktor utama penyebab suatu produk kertas mengalami
kegagalan dalam proses produksi.
c. Melihat kapabilitas kinerja perusahaan dalam memproduksi kertas.
d. Menindaklanjuti faktor-faktor penyebab terjadinya kegagalan produk kertas
PT X dan memberikan solusi atas setiap permasalahan suatu kertas dikatakan
mengalami kecacatan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Setelah dilakukan penelitian dan pengumpulan data, maka pada bab ini dilakukan pengolahan data dan analisa terhadap data tersebut. Pengolahan dan analisa data yang dilakukan dengan mendefinisikan, mengukur dan menganalisa masalah-masalah produksi pembuatan kertas gulungan/roll dengan menggunakan konsep Six Sigma yang terdiri dari fase define, measure dan analyze. Hasil dan pembahasan dijabarkan sebagai berikut:
·         Pendefinisian Masalah (Define)
            Fase Define adalah langkah awal dalam melakukan analisa Six Sigma. Hal pertama yang dilakukan dalam fase ini adalah mengidentifikasi hal-hal yang dianggap penting oleh pelanggan (Critical to Quality/CTQ). Secara garis besar keinginan pelanggan terdiri atas dua hal utama, yaitu ketepatan waktu dan kualitas produk. Berdasarkan hasil wawancara dengan pihak Paper Machine/PM bahwa CTQ adalah masalah kondisi fisik kertas.
·         Pengukuran Kinerja PT X (Measure)
            Setelah dilakukan pendefinisian masalah yang akan dianalisis, selanjutnya  pada fase Measure dilakukan pengukuran baseline kinerja dan pengukuran kapabilitas proses dalam perusahaan. 
·         Pengukuran baseline Kinerja
            Dalam penelitian ini, pengukuran baseline kinerja perusahaan dilakukan 
dengan menggunakan parameter DPMO dan nilai sigma.
·         Pengukuran Kapabilitas Proses
            Pengukuran kapabilitas proses perusahaan dilakukan untuk mengetahui kondisi perusahaan, apakah memiliki kapabilitas atau tidak serta untuk mengetahui besarnya indeks kapabilitas dari perusahaan. Prosedurnya menggunakan persamaan cp,cpk dan cpm. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran kapabilitas proses berdasarkan banyaknya jumlah kecacatan yang berada diluar batas kendali.
·         Analisis Masalah di PT X (Analyze)
            Fase Analyze merupakan langkah ketiga dalam proses Six Sigma. Tujuan dari fase ini adalah menganalisis sebab-sebab utama yang menyebabkan masalah pada proses.
·         Diagram Sebab Akibat (Cause and Effect Diagram)
            Diagram sebab akibat digunakan untuk melihat sejumlah kemungkinan yang menyebabkan permasalahan yang terjadi pada proses. Informasi tentang hal-hal yang menyebabkan permasalahan tersebut diperoleh dari hasil wawancara  dengan pihak Paper Machine perusahaan.
·         FMEA (Failure Mode and Effect Analysis)
            Setelah diketahui penyebab-penyebab dari masalah Sangat Terang pada jenis kertas IT 127 dan dyes merah berlebihan pada IT 170 dilakukan analisis untuk mencari penyebab paling utama dari permasalahan tersebut. Analisis FMEA dilakukan dengan menggunakan spreadsheet FMEA?.Pengisian spreadsheet FMEA dilakukan dengan menggunakan brainstorming dengan pihak Paper Machine atau Quality Control perusahaan. Brainstorming tersebut dilakukan untuk mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh tiap-tiap penyebab, menentukan severity, occurance, dan detection besarnya antara 1-10.
·         Kesimpulan
            Penelitian ini dilakukan terhadap dua sampel jenis warna yang sering dipesan oleh konsumen, yaitu IT 127 dan IT 170. Peranan konsep Six Sigma sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas khususnya pada jenis yang diteliti.Sehingga perusahaan tetap dapat bersaing secara kompetitif dan bersaing.Langkah awal adalah mengidentifikasi masalah-masalah pembuat cacat kertas.Permasalahan terbagi atas 10 jenis pembuat cacat kertas. Untuk jenis IT 127 diperoleh bahwa kecacatan yang sering terjadi adalah faktor sangat terang,sedangkan pada IT 170 kecacatan yang sering muncul adalah merah berlebihan.

Sumber:
Parlaungan.2011. QUALITY CONTROL UNTUK PRODUKSI KERTASPT X PAPER PRODUCTS MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA. JAKART: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta diakses dari http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/4837/1/PARLAUNGAN-FST.pdf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar