RESUME
SKRIPSI
Untuk
memenuhi tugas mata kuliah Etika Profesi
Oleh:
Eko
fitriyono/33414461
Jurusan
Teknik Industri
Universitas
Gunadarma
QUALITY CONTROL UNTUK PRODUKSI
KERTAS
PT X PAPER PRODUCTS
MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Keinginan konsumen pada intinya
adalah inginmendapatkan kepuasaan terhadap barang yang dibelinya. Jika konsumen
dihadapkan dengan beberapa pilihan dengan harga yang relatif hampir sama maka yang
dipilih adalah produk yang memiliki kualitas utama.Saat ini sudah banyak
perusahaan-perusahaan penghasil barang melabelkan nama kualitas pada media
iklan maupun langsung pada kemasan produknya. Hal tersebut dilakukan tidak
lebih agar konsumen yakin bahwa produk yang ditawarkan kepadanya adalah produk
yang paling baik. Sistem kualitas tersebut
dikenal dalam dunia produksi adalah Quality Control atau Pengendalian Mutu
Produk.
Pengendalian kualitas produk dalam
proses produksi merupakan faktor yang sangat penting bagi dunia industri karena
pengendalian kualitas yang baik dan dilakukan secara terus menerus akan dapat
mendeteksi ketidaknormalan secara cepat, sehingga dapat segara dilakukan
tindakan antisipasinya.Hal ini untuk menjamin mutu produksi.Makin meningkatnya
kemajuan proses produksi makin diperlukan pengendalian kualitas.Kontrol
kualitas sangat diperlukan dalam memproduksi suatu barang untuk menjaga
kesetabilan mutu.
Tujuan pokok pengendalian kualitas
secara statistik adalah menyidik dengan cepat terjadinya sebab-sebab terduga
atau pergeseran proses sedemikian hingga penyelidikan terhadap proses itu dan
tindakan pembetulan dapat dilakukan sebelum terlalu banyak unit yang tidak
sesuai diproduksi.Proses pengendalian mutu / Quality control pada dasarnya
terbagi dalam dua proses yaitu dilihat dari sebelum atau sesudah, maksudnya
adalah waktu penelitiannya apakah data tersebut dilakukan sebelum proses
berlangsung atau dikenal dengan istilah DFSS atau dilakukan setelah proses
berlangsung atau DMAIC. DMAIC merupakan jantung analisis metode Six Sigma yang menjamin
voice of customer berjalan dalam keseluruhan proses sehingga produk yang
dihasilkan memuaskan keinginan pelanggan. DMAIC adalah singkatan dari Define
yang merupakan fase Menentukan masalah, Measure adalah fase mengukur tingkat
kecacatan, Analyze adalah fase menganalisis sebab-sebab masalah pada proses,
Improve adalah fase meningkatkan proses dan menghilangkan sebab-sebab cacat,
dan Control adalah fase mengawasi kinerja proses dan menjamin cacat tidak akan
muncul lagi.
PT X merupakan perusahaan yang
bergerak dalam bidang pembuatan kertas. Dalam pembuatan kertas tersebut, PT X
sangat memperhatikan kualitas produknya. Dengan keahlian dan penyelidikan
laboratorium yang semakin modern mengenai standar kualitas yang harus dicapai
dalam pembuatan kertas, PT X selalu menjaga dan meningkatkan kualitas produknya
agar selalu dapat memenuhi keinginan konsumen.
·
Permasalahan
Berdasarkan keterangan dari latar
belakang di atas, maka munculah permasalahan mengenai cacatnya produksi kertas
pada PT X Paper Products dan mengalisa solusi dari permasalahan produksi Jenis
IT 127 dan IT 170 menggunakan metode Six Sigma.
·
Tujuan
Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, penelitian ini
bertujuan :
a. Untuk mengetahui keadaan pengendalian kualitas kertas
pada PT X.
b. Untuk mengetahui faktor utama penyebab suatu produk
kertas mengalami
kegagalan dalam proses produksi.
c. Melihat kapabilitas kinerja perusahaan dalam memproduksi
kertas.
d. Menindaklanjuti faktor-faktor penyebab terjadinya
kegagalan produk kertas
PT X dan memberikan solusi atas setiap permasalahan suatu
kertas dikatakan
mengalami kecacatan.
BAB IV
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Setelah dilakukan penelitian dan
pengumpulan data, maka pada bab ini dilakukan pengolahan data dan analisa
terhadap data tersebut. Pengolahan dan analisa data yang dilakukan dengan
mendefinisikan, mengukur dan menganalisa masalah-masalah produksi pembuatan
kertas gulungan/roll dengan menggunakan konsep Six Sigma yang terdiri dari fase
define, measure dan analyze. Hasil dan pembahasan dijabarkan sebagai berikut:
·
Pendefinisian
Masalah (Define)
Fase Define adalah langkah awal dalam
melakukan analisa Six Sigma. Hal pertama yang dilakukan dalam fase ini adalah
mengidentifikasi hal-hal yang dianggap penting oleh pelanggan (Critical to
Quality/CTQ). Secara garis besar keinginan pelanggan terdiri atas dua hal
utama, yaitu ketepatan waktu dan kualitas produk. Berdasarkan hasil wawancara
dengan pihak Paper Machine/PM bahwa CTQ adalah masalah kondisi fisik kertas.
·
Pengukuran
Kinerja PT X (Measure)
Setelah dilakukan pendefinisian masalah
yang akan dianalisis, selanjutnya pada
fase Measure dilakukan pengukuran baseline kinerja dan pengukuran kapabilitas
proses dalam perusahaan.
·
Pengukuran
baseline Kinerja
Dalam
penelitian ini, pengukuran baseline kinerja perusahaan dilakukan
dengan menggunakan parameter DPMO dan nilai sigma.
·
Pengukuran
Kapabilitas Proses
Pengukuran kapabilitas proses perusahaan
dilakukan untuk mengetahui kondisi perusahaan, apakah memiliki kapabilitas atau
tidak serta untuk mengetahui besarnya indeks kapabilitas dari perusahaan.
Prosedurnya menggunakan persamaan cp,cpk dan cpm. Dalam penelitian ini
dilakukan pengukuran kapabilitas proses berdasarkan banyaknya jumlah kecacatan
yang berada diluar batas kendali.
·
Analisis
Masalah di PT X (Analyze)
Fase Analyze merupakan langkah ketiga dalam
proses Six Sigma. Tujuan dari fase ini adalah menganalisis sebab-sebab utama
yang menyebabkan masalah pada proses.
·
Diagram
Sebab Akibat (Cause and Effect Diagram)
Diagram sebab akibat digunakan untuk melihat
sejumlah kemungkinan yang menyebabkan permasalahan yang terjadi pada proses.
Informasi tentang hal-hal yang menyebabkan permasalahan tersebut diperoleh dari
hasil wawancara dengan pihak Paper
Machine perusahaan.
·
FMEA
(Failure Mode and Effect Analysis)
Setelah diketahui penyebab-penyebab dari
masalah Sangat Terang pada jenis kertas IT 127 dan dyes merah berlebihan pada
IT 170 dilakukan analisis untuk mencari penyebab paling utama dari permasalahan
tersebut. Analisis FMEA dilakukan dengan menggunakan spreadsheet FMEA?.Pengisian
spreadsheet FMEA dilakukan dengan menggunakan brainstorming dengan pihak Paper
Machine atau Quality Control perusahaan. Brainstorming tersebut dilakukan untuk
mengetahui akibat yang ditimbulkan oleh tiap-tiap penyebab, menentukan
severity, occurance, dan detection besarnya antara 1-10.
·
Kesimpulan
Penelitian ini dilakukan terhadap dua
sampel jenis warna yang sering dipesan oleh konsumen, yaitu IT 127 dan IT 170.
Peranan konsep Six Sigma sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas
khususnya pada jenis yang diteliti.Sehingga perusahaan tetap dapat bersaing
secara kompetitif dan bersaing.Langkah awal adalah mengidentifikasi
masalah-masalah pembuat cacat kertas.Permasalahan terbagi atas 10 jenis pembuat
cacat kertas. Untuk jenis IT 127 diperoleh bahwa kecacatan yang sering terjadi
adalah faktor sangat terang,sedangkan pada IT 170 kecacatan yang sering muncul
adalah merah berlebihan.
Sumber:
Parlaungan.2011.
QUALITY CONTROL UNTUK PRODUKSI KERTASPT X PAPER PRODUCTS MENGGUNAKAN METODE SIX
SIGMA. JAKART: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta diakses
dari http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/4837/1/PARLAUNGAN-FST.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar